Senin, 02 April 2012

Putera Sampoerna


Penjemput Pasar Masa Depan
Putera Sampoerna, mengguncang dunia bisnis Indonesia dengan menjual seluruh saham keluarganya di PT HM Sampoerna senilai Rp18,5 triliun, pada saat kinerjanya baik. Generasi ketiga keluarga Sampoerna yang belakangan bertindak sebagai CEO Sampoerna Strategic, ini memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan.
Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis. Sehingga pantas saja Warta Ekonomi menobatkan putra Liem Swie Ling (Aga Sampoerna) ini sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005. Sebelumnya, majalah Forbes menempatkannya dalam peringkat ke-13 Southeast Asia’s 40 Richest 2004.
Putera Sampoerna, pengusaha Indonesia kelahiran Schidam, Belanda, 13 Oktober 1947. Dia generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Adalah kakeknya Liem Seeng Tee yang mendirikan perusahaan rokok Sampoerna. Putera merupakan presiden direktur ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna itu. Dia menggantikan ayahnya Aga Sampoerna.
Kemudian, pada tahun 2000, Putera mengestafetkan kepemimpinan operasional perusahaan (presiden direktur) kepada anaknya, Michael Sampoerna. Dia sendiri duduk sebagai Presiden Komisaris PT HM Sampoerna Tbk, sampai saham keluarga Sampoerna (40%) di perusahaan yang sudah go public itu dijual kepada Philip Morris International, Maret 2005, senilai Rp18,5 triliun.
Pria penggemar angka sembilan, lulusan Diocesan Boys School, Hong Kong, dan Carey Grammar High School, Melbourne, serta University of Houston, Texas, AS, itu sebelum memimpin PT HM Sampoerna, lebih dulu berkiprah di sebuah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Malaysia. Kala itu, dia bermukim di Singapura bersama isteri tercintanya, Katie, keturunan Tionghoa warga Amerika Serikat.
Dia mulai bergabung dalam operasional PT. HM Sampoerna pada 1980. Enam tahun kemudian, tepatnya 1986, Putera dinobatkan menduduki tampuk kepemimpinan operasional PT HAM Sampoerna sebagai CEO (chief executive officer) menggantikani ayahnya, Aga Sampoerna.
Namun ruh kepemimpinan masih saja melekat pada ayahnya. Baru setelah ayahnya meninggal pada 1994, Putera benar-benar mengaktualisasikan kapasitas kepemimpinan dan naluri bisnisnya secara penuh. Dia pun merekrut profesional dalam negeri dan mancanegara untuk mendampinginya mengembangkan dan menggenjot kinerja perusahaan.
Sungguh, perusahaan keluarga ini dikelola secara profesional dengan dukungan manajer profesional. Perusahaan ini juga go public, sahamnya menjadi unggulan di bursa efek Jakarta dan Surabaya. Ibarat sebuah kapal yang berlayar di samudera luas berombak besar, PT HM Sampoerna berhasil mengarunginya dengan berbagai kiat dan inovasi kreatif.
Tidak hanya gemilang dalam melakukan inovasi produk inti bisnisnya, yakni rokok, namun juga berhasil mengespansi peluang bisnis di segmen usaha lain, di antaranya dalam bidang supermarket dengan mengakuisi Alfa dan sempat mendirikan Bank Sampoerna akhir 1980-an.
Di bisnis rokok, HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air, yakni rokok rendah tar dan nikotin. Pada 1990-an, itu Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru: A Mild. Kala itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin dan “taste to the future”, di tengah ramainya pasar rokok kretek. Kemudian perusahaan rokok lain mengikutinya.
Dia memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis. Langkahnya yang paling sensasional sepanjang sejarah sejak HM Sampoerna berdiri 1913 adalah keputusannya menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk (40%) ke Philip Morris International, Maret 2005.
Keputusan itu sangat mengejutkan pelaku bisnis lainya. Sebab, kinerja HM Sampoerna kala itu (2004) dalam posisi sangat baik dengan berhasil memperoleh pendapatan bersih Rp15 triliun dengan nilai produksi 41,2 miliar batang. Dalam posisi ketiga perusahaan rokok yang menguasai pasar, yakni menguasai 19,4% pangsa pasar rokok di Indonesia, setelah Gudang Garam dan Djarum.
Belakangan publik memahami visi Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Majalah Warta Ekonomi ini (Warta Ekonomi 28 Desember 2005). Dia melihat masa depan industri rokok di Indonesia akan makin sulit berkembang. Dia pun ingin menjemput pasar masa depan yang hanya dapat diraihnya dengan langkah kriatif dan  revolusioner dalam bisnisnya. Secara revolusioner dia mengubah bisnis intinya dari bisnis rokok ke agroindustri dan infrastruktur.
Terakhir, di bawah bendera PT Sampoerna Strategic dia sempat berniat mengakuisisi PT Kiani Kertas, namun untuk sementara dia menolak melanjutkan negosiasi transaksi lantaran persyaratan yang diajukan Bank Mandiri dinilai tak sepadan. Dia pun dikabarkan akan memasuki bisnis jalan tol, jika faktor birokrasi dan kondisi sosial politik kondusif.

Pendapat : Putera Sampurna ini meneruskan bisnis atau perusahaan ayahnya dan beliau memproduksikan produk-produk lain dengan kreatifitasnya sendiri

Sumber : www.tokohindonesia.com

Senin, 12 Maret 2012

Salman Azis Alsyafdi


SALMAN AZIS ALSYAFDI
PEMILIK WARNET GUE

Orang ini memulai usahanya dengan berjualan nasi goring dan buku foto copy. Bisnis Salman pun terus berkembang hingga dia bsa mendirikan sebuah warnet, penyewaan computer, took foto, laundry, hingga salon. Usaha yang dia geluti tersebut tidak bermodalkan uang sepeserpun, melainkan kejelian membaca peluang, kemauan, dan kreatifitas.

Salman memulai usahanya dengan cara jual beli nasi goreng, tai bukan berjualan nasi goreng. Suatu ketika pada tahun 2003 Salman sisawa SMU Insan Cendekia sekolah yang berasrama di Serpong. Salman dan teman-temannya terkadang merasa bokan dengan makanan yang di berikan oleh pihak asrama. Mau mencoba makanan lain namun tidak bisa di karenakan tidak ada kantin di asrama. Lalu Salman bersama temannya ia bersepedah hingga 3km mencari nasi goreng yang paling murah dan enak. Keesokkan harinya ia menawarkan teman-teman asrama yang lain. Usaha ini tidak membutuhkan modal di karenakan sebelum membeli ke pedagang Salman sudah meminta uangnya kepada sisawa yang ingin beli.

Tamat sekolah dia melanjutkan ke jenjang perkuliahan di Fakultas Ilmu Komputer UI. Ia melihat buku-buku kuliah fasilkom yang sangat besar-besar dan tebal, serta mahasiswa yang jumlahnya begitu banyak Salman pun mulai melakukan usaha foto kopian buku. Slaman tidak berhenti untuk mencari peluang usaha, ia mengamati banyak sekali hamasisawa yang membutuhkan computer, fasilitas yang sangat wajib untuk semua hamasiawa untuk mengerjakan tugas akhir. Namun pada awal 2004 belum ada toko computer yang menjual computer murah yang ada hanya computer rakitan, itu pun harus membelinya di Glodok atau di sentra-sentra perdagangan komputerdi Jakarta. Dengan cepat Salman peluang besar ini, pada semester dua ia memulai menjual computer rakitan. Ia menempel promosi di asrama UI. Hampir setiap hari minggu ia mencari barang-barang yang paling murah untuk merakit computer yang di butuhkan.

Salman sangat jeli sekali mencari peluang untuk usahanya. Di karenakan di zaman sekarang banyak yang membutuhkan internet, Salman pun berpikir untuk membuka usaha warnet, maka ia pun meminta izin pedaka pimpinan asrama untuk menyewa  ruangan untuk di jadikan warnet. Sekarang Salman mencari modal untuk membuka warnetnya, akan tetapi modal yang di butuhkan begitu besar, Salman pun tetap mencari modal tersebut hingga meminjam uang ke pada orang tuanya. “Proses ini saya namakan membenamkan diri ke dalam bara api”, tutur Salman. Dengan ini Salman melakukan dua hal. Pertama, ia mendapatkan modal untuk usahanya. Kedua, ia menempatkan diri kedalam suatu kondisi yang memotivasi saya untuk berusaha abis-abisan. “Kalu saya galal saya akan kelaparan. Maka saya tidak boleh gagal”. Katanya.

Dapa akhir nya usha Salman pu berhasil dan dia memperluas usaha warnetnya itu. Ia membuka warnet lagi di wilayah stasiun Universitas Pancalia. Manun langkah yang ia ambil tidak disukai oleh para pesaingnya. Mereka tidak suka Salman menjual servis printing dengan harga Rp300 rupiah per lembar. Namun ia menolak mengikuti kemauan mereka untuk menaikka harga. Penolakan itu mengundang 10 orang preman untuk merusak warnet Salman. Setelah kejadian itu Salman pun menaikkan harga yang di sesuaikan oleh pesaing lainnya. “saya sekarang percaya orang bisa bunuh-bunuhan hanya kerena Rp100”,katanya.

 Salman pun terus melanjutkan usahanya ke segalah alah untuk memperbanyak penghasilan nya. Tapi Salman tidak berhenti untuk berusaha lagi, ia membuka usaha laundry dan salon. 

Keyakinannya akan focus bisnisnya ini semakin kuat ketia Salman mengikuti lompa Wirausaha Muka Mandiri 2007 dan maraih juara2 Kategori Mahasiswa Program Diploma dan Sarjana Tinggat Nasional. Setahun kemudian, tepatnya tahun 2008, ia kembali mendapat gelar, kali ini menjadi Best Entrepreneur Fakultas Ilmu Komuter UI.




Pendapat saya tentang usahanya beliau
            Beliau sangat teliti dan kreatif untuk melihat peluang usaha. Usaha yang ia bangun benar-benar sangat bagus dan bermanfaat bagi semua orang. Bukan itu saja ia pun tidak egois dengan harga yang sudah di tanamkan olehnya. Intinya ia mampu berwirausaha dan mampu mengambil peluang yang sangat besar.

Sabtu, 05 November 2011

Unit Usaha


Nama Usaha               : Warung Internet
Pemilik                        :
Usaha                          : Penyedia Jasa Internet
Alamat                        :

Warung Internet atau yang biasanya kita singkat dengan Warnet merupakan tempat dimana kita sering berinteraksi dengan dunia luar terutama melalui jaringan Internet. Warnet ini sudah berdiri sejak tahun………………… pemilik warnet ini menyatakan bahwa dalam usahanya sehari-hari warnet ini kurang dalam penyedian fasilitas seperti masih minimnya aplikasi yang digunakan dan antivirus yang ada masih kurang bagus. Selain itu, pemilik warnet ini merasa pendapatanya masih kurang bahkan cenderung menurun. Setelah saya selidiki ternyata pada warnet ini belum ada pembukuan tentang pengeluaran dan pemasukan sehari-hari maupun bulanan sehingga uang yang masuk bisa saja diambil tanpa sepengetahuan pemilik warnet.
Untuk itu, pada tugas kali ini saya melakukan pengisntalan software-software seperti Adobe Photoshop, Internet Download Manager, Antivirus dll. Serta saya mengajarkan pembukuan harian dan bulanan dengan menggunakan Ms.Excel.
Karena banyaknya tugas yang saya lakukan maka saya membuat tabel pekerjaan seperti dibawah ini.
Bulan Oktober
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Minggu
Minggu ke-1







Minggu ke-2








Keterengan :
Warna
Jenis Kegiatan

Hari dimana saya meminta ijin untuk melakukan tugas.

Hari dimana saya mencari software yang dibutuhkan.

Hari dimana saya melakukan penginstalan software tersebut

Hari dimana saya melakukan pembukuan pada warnet tersebut

Selasa, 24 Mei 2011

Politik Strategi dan Polstranas

A. Pengertian Politik Strategi dan Polstranas

Perkataan politik berasal  dari bahasa Yunani yaitu Polistaia, Polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri/berdiri sendiri (negara), sedangkan taia berarti urusan. Dari segi kepentingan  penggunaan, kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda. Untuk lebih memberikan pengertian arti politik disampaikan beberapa arti politik dari segi kepentingan penggunaan, yaitu :

1.    Dalam arti kepentingan umum (politics)

Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di Pusat maupun di Daerah, lazim disebut Politik (Politics)   yang artinya adalah suatu rangkaian azas/prinsip, keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan.

2.    Dalam arti kebijaksanaan (Policy)

Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang kita kehendaki. Dalam arti kebijaksanaan, titik beratnya adalah adanya :
-   proses pertimbangan
-   menjamin terlaksananya suatu usaha
-   pencapaian cita-cita/keinginan
Jadi politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara.
Dengan demikian, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan :
  • Negara
  • Kekuasaan
  • Kebijakan umum
  • Distribusi
Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang artinya the art of the general atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan.

B. Dasar Pemikiran Penyususan Politik dan Strategi Nasional

Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berdasarkan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam manajemen nasional sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyususan politik strategi nasional, karena didalamnya terkandung dasar negara, cita-cita nasional dan konsep strategi bangsa Indonesia.

C.  Penyusunan Politik dan Strategi Nasional

Proses penyusunan politik strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. Sesuai dengan kebijakan politik nasional, penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran masing-masing sektor/bidang.

Dalam era reformasi saat ini masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengawasi jalannya politik strategi nasional yang dibuat dan dilaksanakan oleh Presiden.
1.    Stratifikasi Politik Nasional
Stratifikasi politik nasional dalam negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut ;
1.    Tingkat penentu kebijakan puncak .
2.    Tingkat kebijakan umum.
3.    Tingkat penentu kebijakan khusus.
4.    Tingkat penentu kebijakan teknis .
5.    Tingkat penentu kebijakan di Daerah.


Sumber  : 

http://gobeceper.wordpress.com/2010/03/23/bab-iv-politik-dan-strategi-nasional/